Mengenal License GPL, Benarkah Original atau Nulled?

Lisensi GPL atau GNU GPL kerap kita temui ketika berkutat dengan WordPress. Namun sebenarnya seperti apakah sebenarnya license GPL ini?

Banyak yang masih belum memahami apa sebenarnya license GPL dan terkadang masih membuat beberapa dari kita masih bingung dengan apa yang dinamakan GPL ini.

License GPL
License GPL (kredit gambar: wikimedia.org)

Kalau Anda mencari plugin atau theme untuk WordPress, Anda akan menjumpai beberapa penjual yang memberi embel-embel GPL yang rata-rata harganya sangat murah. Supaya Anda tidak “tersesat”, sudah saatnya Anda tahu tentang lisensi GPL ini.

Hampir setiap hari WPNesia yang memang bergerak di bidang penyedia layanan jasa install theme dan plugin WordPress mendapatkan pertanyaan dari calon customer tentang GPL ini. Karena itulah untuk menghemat waktu akhirnya lebih baik akan dijelaskan dalam bentuk artikel.

Apa itu License GPL

Singkatnya, GPL (General Public License) adalah lisensi hak cipta gratis untuk perangkat lunak dan jenis karya lainnya yang memberikan kebebasan untuk berbagi dan mengubah versi sebuah program/software serta memastikan program itu bisa digunakan secara GRATIS.

Jadi, license GPL ini menjamin dan memastikan bahwa SIAPAPUN memiliki kebebasan untuk mendistribusikan salinan perangkat lunak baik secara gratis maupun mengenakan biaya.

Dan bahkan SIAPAPUN juga bisa mengubah atau memodifikasi perangkat lunak atau menggunakan sebagian kode untuk mengembangkan perangkat lunak baru namun tetap dalam naungan lisensi GPL.

Namun SIAPAPUN juga harus memiliki tanggung jawab tertentu ketika mendistribusikan salinan perangkat lunak tersebut.

Jadi dengan naungan license GPL, siapapun memiliki kebebasan, berhak dan bisa untuk:

  • Menjalankan program untuk tujuan apapun
  • Mempelajari cara kerja program, dan mengubahnya agar sesuai dengan keinginan
  • Mendistribusikan ulang
  • Memodifikasi, meningkatkan, dan merilis perbaikan untuk publik.

Untuk CMS WordPress itu sendiri berada di bawah naungan lisensi GPLv2. Dan semua plugin dan theme yang ada juga memiliki lisensi GNU GPL.

Jadi apakah Anda sudah memahami apa itu sebenarnya license GPL?

Bagaimana dengan hukum jual beli plugin yang menggunakan embel-embel lisensi GPL?

Karena semua plugin dan theme WordPress berada di bawah naungan lisensi GPL, artinya SIAPAPUN berhak dan bisa menjual ulang plugin dan theme meski Anda bukan pembuatnya (developer).

Kalau plugin dan theme WordPress GPL yang artinya GRATIS, kenapa theme atau plugin seperti GeneratePress, Blocksy, Astra, WP Rocket, Elementor, dan lainnya tetap dijual dan harus dibeli? Bukankah seharusnya mereka membaginya secara gratis?

Jadi sebenarnya yang dijual oleh para pengembang atau developer theme dan plugin WordPress itu adalah SUPPORT dan UPDATE.

Bahkan sebenarnya para developer ini menyediakan dan membuka (sebagian atau bahkan sepenuhnya) source code theme atau plugin mereka serta bisa diakses oleh publik. Anda bahkan bisa melihatnya sendiri di platform hosting kode seperti Github.

Salah satu contohnya adalah GeneratePress. Theme yang sangat populer ini memiliki halaman Github di mana source code bisa Anda akses dan download dengan bebas. Anda bisa melihatnya di https://github.com/tomusborne/generatepress.

Bagaimana dengan theme dan plugin yang dijual kembali dengan embel-embel lisensi GPL?

Kalau Anda mencari theme dan plugin WordPress di marketplace, Anda pasti akan menjumpai banyak sekali penjual yang memberikan label GPL dan dijual dengan sangat-sangat murah.

Saya akan beri 1 contoh dan tanpa berniat menjatuhkan lapak seller. Sekali lagi ini adalah contoh untuk edukasi.

License GPL
Contoh Penjual Theme GPL

Contoh di atas, seller menjual GeneratePress + plugin premium dengan lisensi “Premium General License” atau mungkin maksudnya adalah GPL dengan harga murah.

Tidak ada pelanggaran hukum ataupun pelanggaran hak cipta karena jika mengacu pada kebebasan yang diusung oleh license GPL maka seller dan siapapun berhak menjual ulang theme dan plugin tersebut.

Tapi pertanyaannya adalah: apakah aman untuk menggunakan theme yang dijual dengan embel-embel license GPL dengan harga murah?

Bisa jadi aman dan bisa saja tidak aman. Jika file yang diberikan memang benar-benar “clean” tanpa modifikasi apapun tentunya bukan hal yang menjadi masalah.

Kerugian lain dengan menggunakan theme dan plugin yang hanya memiliki embel-embel lisensi GPL adalah tidak akan mendapatkan update otomatis dan tentu saja support dari developer aslinya.

Jadi setiap ada update, Anda harus upload dan install theme/plugin WordPress tersebut. Merepotkan sekali kan?

Saya lanjutkan lagi.

Nulled

Nulled akan lain lagi ceritanya dengan GPL. Plugin atau theme dengan lisensi GPL belum tentu statusnya nulled. Sedangkan plugin atau theme nulled selalu bersembunyi dengan embel-embel lisensi GPL namun kodenya sudah dimodifikasi untuk mengakali lisensi.

Jadi begini contohnya. Saya ambil contoh plugin WP Rocket yang juga sudah sangat populer. Kalau Anda melihat di situs resmi WP Rocket, plugin yang mereka jual lisensinya adalah tahunan.

License GPL
Harga Plugin WP Rocket Resmi

Namun konyolnya adalah, ada yang menjual WP Rocket Lifetime:

License GPL
WP Rocket Lifetime

Bagaimana bisa developer resmi saja menjual dengan lisensi yang harus terus diperpanjang tiap tahun namun ada yang menjual dengan lifetime update?

Itulah yang dinamakan nulled yang artinya mengacu kepada theme atau plugin WordPress premium yang telah dimodifikasi kodenya untuk mengakali yang seharusnya memiliki lisensi namun di-bypass atau dimodifikasi lisensinya serta dirancang untuk membahayakan atau mengumpulkan informasi.

Bagaimana jika file plugin dan theme sudah dimodifikasi serta disusupi kode-kode tertentu dengan berbagai tujuan tertentu?

Saya tidak mengatakan atau menuduh seller di atas sudah memodifikasi kode plugin WP Rocket yang dia jual. Sekali lagi itu hanyalah contoh seller yang sedang menjual produk WP Rocket dengan embel-embel lisensi GPL.

Plugin atau theme yang sudah disusupi kode tertentu (nulled), akan menyebabkan berbagai kerugian dan salah satunya adalah yang bisa Anda lihat di gambar berikut.

License GPL
Japanese WordPress Hack

Gambar di atas adalah salah satu resiko menggunakan plugin dan theme WordPress dengan embel-embel GPL yang sudah disusupi kode jahat alias nulled.

Namun tidak semua theme atau plugin nulled memiliki kode yang membahayakan atau mengumpulkan informasi. Beberapa plugin dan theme WordPress nulled hanya memodifikasi pada bagian lisensi (hanya mengakali lisensinya saja).

Jadi yang seharusnya tahunan dibuat menjadi lifetime. Atau yang ada juga yang dimodifikasi seolah-olah sudah diaktifkan dengan lisensi namun sebenarnya adalah palsu (di-bypass).

Resikonya? Tentu saja tidak akan bisa update otomatis langsung di dashboard wp-admin dan tidak bisa terhubung langsung ke server update yang disediakan oleh masing-masing developer.

Dari mana para penjual theme dan plugin GPL tersebut mendapatkan file dengan lisensi GPL?

Ada beberapa kemungkinan:

  • Mengunduh dari berbagai situs yang menyediakan file GPL gratis
  • Mengunduh dari envato element secara resmi (khusus untuk item yang dijual di envato)
  • Mengunduh di github secara gratis
  • Dan sebagainya.

Namun satu yang pasti mereka tidak mungkin membeli langsung ke developer. Logikanya adalah, jika mereka memang membeli langsung ke developer tentu saja juga memiliki lisensi untuk aktivasi supaya bisa mendapatkan update otomatis.

Ingat, tadi sudah disebutkan di atas bahwa developer tidak menjual file theme dan plugin, tapi mereka menjual UPDATE dan SUPPORT.

Tapi memang untuk membeli langsung ke pihak developer tentu saja sangat mahal dan tidak semua orang mampu membelinya langsung.

Salah satu cara terbaik tentu saja bisa menggunakan jasa install theme dan plugin premium yang terpercaya.

Kalau Anda ingin menggunakan jasa install, pastikan yang memiliki lisensi yang bisa di-inputkan supaya bisa mendapatkan update otomatis di dashboard wp-admin.

Jadilah pembeli yang kritis, sebelum bertransaksi, jika perlu Anda bisa meminta bukti kepada penyedia jasa untuk menunjukkan bukti pembelian (invoice) theme atau plugin tersebut.

Dan jika perlu Anda juga bisa meminta bukti manajemen lisensinya (setiap theme atau plugin premium biasanya memiliki dashboard khusus untuk manajemen lisensi).

Baca juga: Melindungi WordPress Dari Brute Force Dengan Cloudflare

Salah satu contohnya bisa diliat di gambar berikut.

Contoh bukti invoice pembelian theme Blocksy PRO yang dimiliki oleh WPNesia (beberapa informasi sensitif saya sensor).

License GPL
Invoice Blocksy Pro WPNesia

Contoh halaman dashboard untuk manajemen lisensi dan domain yang diaktivasi (saya sensor yang sensitif).

License GPL
Dashboard Blocksy PRO

Kesimpulan

GPL adalah lisensi yang dimiliki oleh perangkat lunak dan salah satunya adalah WordPress. Semua perangkat lunak yang berada di WordPress secara otomatis juga memiliki lisensi GPL.

Tidak adalah yang salah jika Anda harus menggunakan plugin atau theme WordPress premium dengan lisensi GPL selama file yang Anda miliki benar-benar bersih dari berbagai kode yang berbahaya.

Namun Anda juga memiliki kerugian jika menggunakan file GPL tanpa lisensi yang diaktivasikan seperti tidak akan mendapatkan update otomatis secara berkala di dashboard wp-admin.

Membeli theme atau plugin premium secara langsung ke developer juga bisa menjadi tantangan karena harganya yang mungkin belum terjangkau.

Solusinya? Anda bisa menggunakan jasa install theme dan plugin WordPress premium terpercaya. Namun Anda berhak mendapatkan jaminan originalitasnya dengan meminta berbagai bukti pendukung yang menunjukkan bukti lisensi yang dimiliki penyedia jasa tersebut.

Jadi hingga bagian akhir ini apakah Anda sudah bisa memahami tentang license GPL?

Lulusan Teknik Informatika yang berkecimpung di dunia internet sejak 2002 sebagai part-time blogger dan internet marketer. Tertarik dengan teknologi pada umumnya, pengembangan website dan gadget pada khususnya.

2 pemikiran pada “Mengenal License GPL, Benarkah Original atau Nulled?”

  1. Terima kasih ulasannya mas. Jelas sekali.
    Jujur saja, dulu saya sering memakai theme premium rasa gratis dengan embel-embel GPL. Memang tidak nampak perubahan atau sesuatu yang aneh. Bahkan saat saya scan, file zip dari plugin atau theme ini bersih. Tapi… saya merasa tidak nyaman menggunakannya. Jadi saya akhirnya membeli theme premium.

    Sekarang ini, saya juga masih kadang menggunakan theme lisensi GPL. Hanya, saya lebih berhati-hati. Saya mengambil theme atau plugin gratis yang dibagikan themeforest untuk waktu terbatas. Mas-nya pasti tahu tentang ini.

    Blog pribadi saya, menggunakan Generate Press versi gratis. Jujur, saya punya plugin GP Premium. Tapi … itu GPL (katanya) atau bisa jadi nulled. Jadi, tidak saya pakai.

    Kaya’ nya bisa nih pakai jasa install dari sampeyan. Bentar lah.. ngumpulin duit dulu.. haha..

    Btw.. saya juga Juventini mas.. sejak era Ravanelli – Vialli. Forza Juve.

    Salam kenal mas..

    Balas
    • kalau dapatnya dari themeforest oke dong gan tidak ada masalah.
      wah ini kok tau aja dari mana saya juga suka Juventus 😀
      saya kenal Juve ya pas ada Ravanelli dan Vialli itu 😀

      Balas

Tinggalkan komentar