Kombinasi Mantap LiteSpeed Cache dan Autoptimize

Apakah bisa dan memungkinkan menggunakan dua plugin cache secara bersamaan? Apakah bukan pemborosan sumber daya? Jawabannya ya dan tidak. Jadi bingung?

LiteSpeed Cache dan Autoptimize
Kombinasi Mantap Autoptimize dan LiteSpeed Cache (freepik.com)

Semua ini berawal dari beberapa email yang masuk ke saya menanyakan seperti apa racikan plugin cache dan optimasi yang digunakan oleh WPNesia saat ini. Sejak Januari 2021, WPNesia menggunakan kombinasi LiteSpeed Cache dan Autoptimize.

 LiteSpeed Cache dan Autoptimize
Salah satu email pengunjung WPNesia

Banyak para maniak kecepatan WordPress memadukan dua atau lebih plugin cache untuk memaksimalkan potensi kecepatan website mereka. Supaya tidak bentrok dan benar-benar mendapatkan manfaatnya, konfigurasi adalah kuncinya.

Menggunakan kombinasi plugin cache dan optimasi dengan fungsi sama dan konfigurasi sama tidak akan membuat website Anda makin cepat. Yang ada hanyalah “kebingungan” yang akan membebani server hosting yang digunakan.

Saya tidak akan membahas teknis masalah beban server dalam artikel ini. Saya akan memberikan panduan mengombinasikan dua plugin cache dan optimasi yang keduanya sudah sangat populer dan powerful yaitu Autoptimize dan LiteSpeed Cache.

Kenapa harus menggabungkan kedua plugin ini?

Autoptimize sangat simpel dan sangat efisien untuk mengoptimalkan file statis (HTML, CSS, dan JS). Fitur Combine dan Minification dari Autoptimize sangat bisa diandalkan dan (berdasarkan pengamatan saya) sangat efiesien serta minim error.

Hanya saja Autoptimize tidak memiliki fungsi caching file HTML (hanya CSS dan JS) sehingga masih sangat wajar jika penggunaannya dikombinasikan dengan plugin cache yang lebih memiliki fitur lengkap.

Sedangkan LiteSpeed Cache sendiri sebenarnya sudah sangat-sangat lengkap fiturnya. Semua fitur di Autoptimize semua sudah ada di LiteSpeed Cache. Hanya saja fitur Combine dan Minification plugin ini tidak seefisien dan cenderung rumit (rawan membuat error).

Jadi apa sebenarnya strategi yang digunakan dengan kombinasi kedua plugin ini?

LiteSpeed CacheAutoptimize
Full cacheMinify CSS, JS dan HTML
Optimasi gambarCombine CSS dan JS
Optimasi database

Disclaimer:

  • Seperti biasa, saya tidak menjamin apa yang saya terapkan bisa berfungsi sama persis dari sisi WordPress Anda
  • Ketika optimasi ini diterapkan, WPNesia menggunakan theme GeneratePress Premium.

Selain plugin Autoptimize dan LiteSpeed Cache, optimasi lain yang sudah diterapkan adalah:

Konfigurasi berikut 100% persen sama persis dengan apa yang diterapkan di WPNesia.

Autoptimize

LiteSpeed Cache dan Autoptimize
Konfigurasi Autoptimize
  • Optimasi Kode JavaScript? √
  • Gabungkan Berkas JS? √
  • Optimasi Kode CSS? √
  • Gabungkan Berkas CSS? √
  • Juga gabungkan inline CSS? √
  • Inline semua CSS? √
  • Optimasi Kode HTML? √
  • Simpan script/css yang digabungkan sebagai berkas statik? √
  • Minify excluded CSS and JS files? √
  • Enable 404 fallbacks? √
  • Also optimize for logged in editors/ administrators? √

Catatan: selain yang tidak disebutkan di atas tidak perlu diaktifkan. Menu Images dan Ekstra biarkan dalam kondisi standar dan tidak perlu ada yang diaktifkan.

LiteSpeed Cache

CACHE

  • Enable Cache: on
  • Cache Logged-in Users: off
  • Cache Commenters: off
  • Cache REST API: on
  • Cache Login Page: on
  • Cache favicon.ico: on
  • Cache PHP Resources: on
  • Cache Mobile: off.

TTL

Semua konfigurasi di sini biarkan dalam kondisi default atau standar.

PURGE

  • Purge All On Upgrade: on
  • Serve Stale: off.

BROWSER

  • Browser Cache: on
  • Browser Cache TTL: biarkan dalam kondisi default atau standar.

Advanced

  • Improve HTTP/HTTPS Compatibility: off
  • Instant Click: on (sesuaikan dengan kondisi CPU hosting yang digunakan, jika sering overload matikan fitur ini dan gunakan plugin Flying Pages).
LiteSpeed Cache dan Autoptimize
Pengaturan Page Optimization LiteSpeed Cache

CSS Settings

  • CSS HTTP/2 Push: on

Semua fitur di menu CSS pastikan dalam konfisi OFF (hanya CSS HTTP/2 Push saja yang on).

JS Settings

Semua fitur di menu pastikan off semua tidak perlu ada yang diaktifkan.

Optimization

  • HTML Minify: off
  • DNS Prefetch Control: on
  • Remove Query Strings: on
  • Load Google Fonts Asynchronously: off
  • Remove Google Fonts: off
  • Remove WordPress Emoji: on
  • Remove Noscript Tag: on.

Media Settings

  • Lazy Load Images: on
  • Responsive Placeholder: off
  • LQIP Cloud Generator: off
  • Generate LQIP In Background: off
  • Lazy Load Iframes: on
  • Inline Lazy Load Images Library: off.

Media Excludes

Kalau Anda mengaktifkan Lazy Load Images, saya sarankan untuk memasukkan logo dan favicon di Lazy Load Image Excludes untuk menghindari Cumulative Layout Shift (CLS). Masukkan URL logo dan favicon di Lazy Load Image Excludes.

Localization Settings

Kalau Gravatar WordPress Anda aktif, maka aktifkan Gravatar Cache dan Gravatar Cache Cron. Karena WPNesia tidak menggunakan Gravatar, maka fitur ini saya matikan.

Toolbox

Di menu Toolbox, yang perlu diaktifkan adalah:

  • Frontend Heartbeat Control: on
  • Backend Heartbeat Control: on
  • Editor Heartbeat: on

TTL semuanya biarkan dalam kondisi standar.

LiteSpeed Cache dan Autoptimize
Hasil Speed Test

Sampai langkah ini hanya itu saja yang harus dikonfigurasi. Yang tidak disebutkan di atas tidak perlu diaktifkan.

Baca juga:

Kesimpulan

LiteSpeed Cache dan Autoptimize adalah plugin optimasi dan cache gratis dengan fungsi sama. Namun dengan pengaturan yang tepat, keduanya bisa saling melengkapi untuk menghasilkan website WordPress yang cepat. Silahkan dicoba dan selamat mencoba.

Part-time blogger, content writer, WordPress enthusiast dan penikmat kopi. Lulusan Teknik Informatika yang berkecimpung di dunia internet sejak 2002.

17 pemikiran pada “Kombinasi Mantap LiteSpeed Cache dan Autoptimize”

  1. Salam kenal mas Danar,
    di pagespeed insights saya ada problem di “Hilangkan resource yang memblokir render”

    /css?family=Poppins:300,regular,500,600,700&display=swap(fonts.googleapis.com)

    Apakah ini akan beres dengan melokalkan google font?

    Balas
  2. Kok di wp saya ada keterangan begini ya?

    WARNING
    LSCache caching functions on this page are currently unavailable!
    > To use the caching functions you must have a LiteSpeed web server or be using QUIC.cloud CDN.

    Ini maksudnya gimana mas, apa plugin LS Cache nggak support sama server selain LiteSpeed? Atau abaikan saja mas?

    Balas
    • Sesuaikan kebutuhan saja. Namun mengaktifkan lazyload bisa memberikan keuntungan dan kerugian. Praktik terbaik silahkan aktifkan dulu, kemudian setelah itu tes kecepatan apakah memberikan keuntungan atau tidak. Dan pastikan logo dan favicon masukkan dalam pengecualian lazyload.

      Balas
  3. mas wpnesia di test pakai webpagetestorg ternyata pakai cdn google ya ? itu sudah satu paket dari webnesia + cdn google atau bayar sendiri atau gimana 😁

    Balas
    • Karena hosting di GCP sepertinya oleh beberapa web speed test otomatis terdeteksi sebagai CDN Google. GTMetrix juga akan mengenali juga sebagai CDN Google.

      Balas

Tinggalkan komentar